Firman Abdul Kholik (@1.44) vs Minoru Koga (@2.62)
11-09-2019

Our Prediction:

Firman Abdul Kholik will win

Firman Abdul Kholik – Minoru Koga Match Prediction | 11-09-2019 05:40

Min odds/bet and payment method exclusions apply. Sign up, deposit 5 or more to your account and bet365 will match your qualifying deposit in Bet Credits when you place qualifying bets to the same value and they are settled. New Customers only. Up to 100 in Bet Credits. Returns exclude Bet Credits stake. BeGambleAware.org. T&Cs, time limits & exclusions apply.

Reward points are credited in real time and can be redeemed for Free Bets and Casino Bonuses. All bets must be placed in-play only in order for your additional Reward Points to be added to your account. All play during the promotional period will be eligible for double rewards points (August and September). Free bets, bonus funds, Casino Bonuses and enhanced odds bets will not generate any rewards points.

20 Risk Free & 5 Free Bet

Koga and Saito once again exhibited excellent racquet skills, keeping the shuttle low, turning their defensive blocks, and generally finding the gaps between Zhang Nan and Ou Xuanyi (pictured above). Still, the Chinese pair seized on every opportunity presented by a Japanese lift and snapped down their steep attacks to finish off the key rallies. The Chinese pair had to play catch-up in the second game but again their attacking play wore down the top seeds and they were able to take the match in two.

Tetap yg dilihat hasilnya. Lagipula belum tentu pelatih lain ngga ngerasin pemain asuhannya hanya karena ngga ngomong di media. Kerasanya baru sekarang, susah jembatani pemain muda naik level, senior tersisa paling bs diandalkan ya Kak Gel seorang. Surem bayangin Kak Gel bakal pensi, lebih surem dibanding saat Ci Butet yg pensi. WD terlalu mudah buat mendegradasi, malah kesannya buang-buang pemain. Tidak melihat ancam mengancam gitu progresif juga sih.

kesalahan enghian adalah merekrut kembali si rizki dan juga merekrut si jauza. menurut sy 2 pemain ini tidak bisa bersaing....menurutku enghian kurang jeli melihat potensi pemain dan gak bisa melatih power anak didiknyayulfira jauza,,,,pasangan yang salah, kasian yulfira dpt pasangan si jauzasiti agatha,,,,pasangan yang salah, kasian siti fadia dpt pasangan si agathasiti ribka,,,,,pasangan yang salah menurut sy, mereka berdua adalah pmtania ketut,,,,,tania harus dilatih power kalo mau bersaingvirni, agatha, jauza,,,,,pemain yang sulit bersaing (degradasi saja)coba donk enghian cari pemain WD yang punya power, terakhir kita punya finarsih, setelahnya gak ada lagi...

Sektor WD ini memang unikTerlalu sering rotasi pasanganTerlalu mudah 'membuang' pemain yang secara pandangan umum masih sangat layak untuk 'dipertahankan'Terlalu rutin melontarkan kritikan terbuka, ancaman, dan 'aib' racikannya ke mediaSehingga (maaf) memberikan kesan bahwa sektor ini sedang dalam kondisi kepanikan yang luar biasaBisa terbayangkan bahwa menjadi bagian dari sektor ganda putri sangat berat, baik sebagai atlet maupun pelatihBenar-benar sangat menantangMenyatukan dua orang atlet putri bukan perkara gampangChemistry tidak dapat dibeli secara instan meskipun tiap hari berlatih bersamaBerbeda dengan sektor MD yang memang lebih alot dalam bongkar pasang, tetapi ketika bongkar pasang dilakukan terbilang menghasilkan hasil yang lebih baik dibanding bongkar pasang ala WD yang terkesan prematurSeperti yang dikatakan oleh pelatih WD saat awal menjabat bahwa menangani sektor putri, khususnya WD bukan perkara mudahTetapi bukan mudah pula untuk mengumbar pernyataan ke media tentang 'aib' racikannya sendiriKritikan boleh, tetapi terlalu frontal apalagi di media, bisa memberikan tekanan yang sangat besarJika memang sekiranya sudah tidak layak dipertahankan sebaiknya tunjukkan dengan tindakan nyata dengan degradasi daripada membongkar 'aib' racikannya sendiriSedikit disayangkan memang, tetapi apa boleh dikataMemang begitulah adanya kondisinyaKeburukan anak didik merupakan keburukan pula bagi pendidiknyaSabar ada batasnya, semua sedang diuji kesabarannya, baik si atlet maupun pelatihnyaSemoga lebih baik ke depannya bagi semuanyaLebih baik fokus dengan yang usia muda, dirawat dengan baik agar bisa berkembang dengan sempurnaSemoga...

Jadi yang harus dilakukan sebenarnya mengadu teknik, maksa pola main no lob, dan unggul di bola depan. Ini yang dilakukan oleh Nita/Chika kemaren. Bener banget, WD senior kita gak tahu kenapa pola main nya monoton banget. Tipe nya maksa buat nyerang dan defence doang, selain monoton, ya pasti kalah kalau diadu sama yang power dan endurance nya kuat. Dan yang anehnya Indonesia yang terkenal dengan pola main skill full dan unggul di permainan depan tidak terlihat di pola main hampir keseluruhan WD senior kita. Kalau mau nembus Jepang, ya maksa unggul main no lob dan dan placing. Kayanya tipe ko Didi ngajarin pemain kita untuk bisa all round dan adu endurance kaya kebanyakan pemain China, Jepang dan Korea, dan aku rasa tipe seperti ini pasti akan sangat sulit berhasil karena pada dasarnya postur dan endurance para pemain kita kalah jauh dari pemain asia Timur. Inget aja pas IO kemaren mayu/nagahara sempat bingung pas lawan tiara/ambon karna mereka maksa main no lob dan placing. Sorry to say, WD kita sekarang sangat jarang berani adu netting, main no lob, dan adu drive. Variasi nya enak banget dilihat dan terbukti berhasil meredam pola main WD Jepang yang unggul di power dan fisik.

Unfortunately for the home pair, they were no match for the #3 seeds. They kept it a lot closer in the second game but Eom maintained her consistency blocking at the net and raising the shuttle to Ko at the back was just too often an invitation to the brawny former world #1 to bring the rain. The Korean independents thus ended up with their second title of the summer.

2019 Akita Masters Schedule

New customers only, limited to one per person. Only deposits made using Cards or Paypal will qualify for this promotion. Place your first bet on any Sportsbook market and if it loses we will refund your stake in CASH. If youve previously had a Paddy Power account, you will not qualify for the offer. Max refund for this offer is /20.

No Cash-Out bets. 18+. Free bet valid until 23:59 GMT on Sunday of offer week. Time limits may apply. Opt-in required. UK+IRE only. Get 10 free bet (5 online, 5 shop/Connect), must stake in full at odds of 1/2 or more on sports. Applies to 1+ bets totaling 25+ at odds of EVS or more settled before 23:59 GMT on Thurs of offer week.

Japanese veteran Haruko Suzuki, playing in her first ever Super 100 final, was more consistent at the net in the second game and did not leave herself open to the youngsters attacks as she had in the first. In the decider, however, An stepped up the pace and while neither player was visibly fatigued, Suzuki just found herself losing control of the rallies as the Korean was determined to remain in command.